![]() |
Rebah: Batang padi rebah akibat hujan disertai angin yang melanda Lombok Timur, Kamis (27/03) |
SELONG, Halamankita.com - Petani nampaknya harus mengencangkan ikat pinggang. Pasalnya, tanaman padi yang mereka tanam semua rebah, akibat cuaca yang kurang menentu.
Di perparah lagi dengan tenaga buruh yang kurang kendati panen raya sudah tiba. Buntutnya, bulir padi yang sudah siap panen, tak bisa segera di eksekusi.
Dampaknya, hasil petani tentunya akan berkurang. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kami berharap petani segera memanen padinya agar hasilnya baik," kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Lalu Fathul Kasturi, Kamis, 27 Maret 2025.
Pada masa panen tiba, kata dia, hujan disertai angin terus melanda Lotim, buntutnya tanaman padi petani rebah.
Menurutnya, kondisi cuaca seperti saat ini berdampak pada menurunnya hasil panen. Sebab, jika kelamaan bulir padi akan berkecambah jika tidak segera dipanen.
Selain hasil panen berkurang, kondisi ini juga akan turut memberatkan petani. Sebab, menurutnya, ongkos buruh akan semakin tinggi.
Apalagi, ucapnya, seperti saat ini, meski panen raya telah tiba namun tenaga buruh berkurang. Lantaran persiapan menyambut perayaan Idul Fitri.
Dia berharap petani harus melakukan hal-hal yang sifatnya teknis, segera mengangkat padinya dan mengikatnya agar tanaman padi tetap berdiri tegak.
Kedepan, pihaknya bakal melalukan mitigasi saat kondisi serupa terjadi tahun berikutnya. Pengalaman setiap tahunnya sebutnya telah menjadi pelajaran.
Salah satu yang ditempuh tahun ini ialah dengan mengusulkan alat pasca panen. Berupa power dresser dan combat.
"Kita harus berbicara mekanisasi pada saat panen secara serempak," pungkasnya.