Iklan

terkini

Penentuan Bulan Berlaku Satu Untuk Semua

Halaman Kita
Sabtu, 29 Maret 2025, Maret 29, 2025 WIB Last Updated 2025-03-31T08:25:15Z

 

Pemantauan hilal (foto/Badan Litbang Kemenag RI)

Oleh: Faishal Ishaq


Halamankita.com - Pergantian bulan hijriyah, ditandai dengan munculnya hilal atau bulan sabit. Bulan sabit itu terjadi sejak dimulainya ijtima sampai beberapa hari setelah itu. Lalu apa yang dimaksudkan dengan Ijtima?. 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ijtima adalah sebuah istilah yang merujuk pada ilmu falak yang mengacu pada saat berakhirnya suatu bulan dan kemunculan bulan baru dalam sistem penanggalan Hijriah.


Satu bulan hijriyah itu selama 29,5 hari atau selama satu putaran bulan terhadap bumi di mulai dan di akhiri saat posisi bulan berada pada garis lurus antara bumi dan matahari. Saat itulah dinamakan ijtima.


Ijtima itu terjadi dalam 1 (satu) waktu utk bumi secara umum, tidak seperti waktu sholat yang selisih dari satu tempat ke tempat lain. Jadi pergantian bulan itu dalam satu saat berlaku untuk semua negara, lalu diperlukan penyesuaian utk menentukan tanggal 1 yang dihubungkan dengan hari.


Dalam Islam hari itu dimulai sejak terbenamnya matahari. Sebagai contoh kasus pada akhir bulan Ramadan tahun 1446 H (2025 M), ijtima terjadi pada pukul 17:57 WIB. Artinya pada hakekatnya bulan ramdan berakhir pada pukul 17:57 WIB atau pukul 13:57 waktu Saudi Arabia atau pukul 12:57 waktu Perancis (GMT).


Bagi masyarakat Indonesia hampir semuanya menjalankan puasa pada hari ke 29 atau puasa terakhir sebelum terjadi ijtima, sedangkan bagi penduduk Saudi Arabia maka mereka menjalankan puasa hari ke 29 atau puasa terakhir dimana puasa mereka sudah masuk ke bulan Syawal sejak PKL 12:57 waktu Saudi Arabia, hal ini masih dibenarkan karena menggabungkan beberapa jam waktu Syawal pada penutupan bulan Ramadan. 


Akan tetapi kalau pada hari berikut yaitu tanggal 30 Maret 2025 mereka tetap puasa maka mereka akan mengalami puasa yang diharamkan pada tanggal 1 Syawal atau setidaknya berpuasa pada hari yang diragukan. 


Rasulullah bersabda barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah bermaksiat kepada abu qasim atau Rasulullah.


Zaman sekarang ini serba salah, penentuan awal bulan mestinya dilakukan oleh pemerintah pusat (khilafah) lalu disebarkan utk diberlakukan bagi seluruh dunia tidak seperti sekarang ini setiap negara mempunyai kebijakan sendiri sehingga tidak ada kebersamaan.

 

Jadi dpt disimpulkan bahwa penentuan satu Syawal 1446 H atau 2025 M yang benar pada hari Ahad tanggal 30 Maret 2025 M.


Sekian, semoga apa yg saya tulis ini bermanfaat utk kita semua, Amin.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penentuan Bulan Berlaku Satu Untuk Semua

Terkini

Iklan